Pasangan Selingkuh? Lampiaskan Perasaan Dengan Cara Ini



Pernah atau sedang diselingkuhi? Tidak sedikit wanita yang "kacau" ketika tahu kalau dirinya diduakan. Jika Anda sedang mengalami hal ini, hadapilah dengan bijak. Lampiaskan perasaan sakit hati dengan cara yang sederhana, yaitu menulis di blog.

"Nulis apa yang kita rasain di blog. Biarkan emosi dalam diri keluar. Nggak usah pakai nama, yang penting perasaan negatif kita tersalurkan. Jangan ngelabrak selingkuhan si dia, nanti malah jadi masalah baru," ujar Indra Noveldy, seorang relationship coach, yang diwawancarai melalui telepon oleh wolipop belum lama ini.

Namun sebelumnya, Anda harus sadar terlebih dahulu kalau sedang sedih karena karena diselingkuhi dan mempunyai niat keluar dari kesedihan itu. Jangan terus-menerus mengurung diri di kamar, tidak mau makan, bahkan sampai melakukan tindakan yang bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.

"Ada niat untuk keluar dari situ, banyak orang menikmati penderitaan mereka sehingga diajak keluar nggak mau," papar Indra yang kerap memberikan konseling pernikahan di seminar-seminar itu.
Pasangan Selingkuh? Lampiaskan Perasaan Dengan Cara Ini [ www.BlogApaAja.com ]
Kalau perasaan sakit tersebut tidak kunjung sembuh setelah menulis, Anda bisa ikut terapi. Di buku atau internet pun banyak terapi patah hati. Akan tetapi, permasalahan yang sering dialami oleh para wanita korban perselingkuhan adalah tidak ada kemauan untuk move on dari kekasih yang telah menduakannya.

"Masalah sebenarnya, kita mau keluar apa nggak. Banyak wanita yang selalu merasa jadi korban makanya susah keluar. Orang dia nyiapin diri jadi korban dan tidak ada kemauan untuk move on. Wanita yang belum mau putus setelah diselingkuhin berarti belum siap cari jodoh," tutur bapak satu anak itu.

Indra pun menyarankan kalau Anda harus mengubah pola pikir yang belum benar. Fakta membuktikan kalau lamanya masa pacaran tidak ada hubungannya dengan langgengnya sebuah pernikahan. Banyak pasangan yang sudah tujuh tahun pacaran, tapi baru dua tahun menikah akhirnya cerai. Setelah menikah, semua orang berubah karena adanya tuntutan dan tanggung jawab.

Maka dari itu, bila saat pacaran sudah terjadi perselingkuhan, berarti pria tersebut bukan pilihan yang tepat. "Jika pasangan selingkuh berarti dia bukan calon pedamping hidup yang baik. Buat apa diterusin, kan kita lagi proses pendekatan. kalau mau cari pasangan hidup harus liat track record-nya kayak apa. Kalau sebelum nikah sudah parah, setelah nikah malah bisa lebih parah," tutup Indra.


Follow On Twitter

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.