Hasyim Muzadi: Ketuhanan Yme Bergeser Jadi Keuangan Yang Maha Kuasa



Hasyim Muzadi: Ketuhanan Yme Bergeser Jadi Keuangan Yang Maha Kuasa [ www.BlogApaAja.com ]

Gesekan di tengah reformasi yang berjalan di Indonesia menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara mulai tergeser. Sila-sila yang ada di dalam Pancasila terancam eksistensinya karena pelaksanaan yang tidak konsisten.

"Kalau memang Pancasila ini sudah selaras dengan sistem yang kita anut, kenapa kini Ketuhanan Yang Maha Esa bergeser menjadi Keuangan Yang Maha Kuasa?" gugat Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Musadi, Senin (30/1/2012).

Gugatan ini disampaikan ketika membuka Pekan Konstitusi Republik Indonesia di Kantor ICIS, Jl Dempo, Matraman, Jakarta. Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara ini di antaranya adalah Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Wapres Tri Sutrisno, mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua KY Erman Suparman dan Sekjen PDIP Tjanjo Kumolo.

"Tak hanya itu, Persatuan Indonesia pun mulai remang-remang terkoyak. Dan negara tidak berdaya melihat itu," sambung Hasyim.

Mantan Ketua PBNU ini menyatakan kondisi yang terjadi sekarang ini, adalah sebuah keprihatinan nasional. Parahnya, belum didapat pula jawaban yang benar dan tepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan ini.

"Sebagai bangsa Indonesia kita bisa lihat dan rasakan sendiri tanpa harus diprovokasi orang bagaimana keadaan Indonesia, rakyatnya, perilaku pemimpinnya dan sistem yang berjalan di negara ini," kritiknya.

Ulama yang pada Pilpres 2004 menjadi cawapres bagi Megawati Soekarnoputri ini menambahkan, di tengah perdebatan atas berbagai perisitwa yang sekarang terjadi, semua hanya sibuk saling berkomentar dan melontarkan kritik. "Semua saling menyalahkan satu sama lain dari jarak jauh," kritiknya.

Oleh karena itu, lanjutnya, butuh pemikiran-pemikiran segar dan solusi bermanfaat untuk mencari jalan keluar. Dan saat ini, pemikiran tokoh bangsa dinilai bisa menjadi salah satu pintu awal memperbaiki bobroknya bangsa ini.

"Maka itu kita para tokoh bangsa ini, bicara apa adanya bukan ada apa-apanya. Saya mencoba menyambungkan berbagai pemikiran para tokoh yang ada tentang konstitusi. Dengan begitu, Insya Allah semua bisa segera diselesaikan," harapnya.


Follow On Twitter

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.