Dipecat Karena Miliki Payudara Ukuran Monster





Dipecat Karena Miliki Payudara Ukuran Monster [ www.BlogApaAja.com ]




Memiliki payudara berukuran besar ternyata tidak selamanya memberikan keuntungan lebih bagi karirnya. Hal ini dirasakan betul oleh Lauren Odes yang mengaku dipecat dari tempatnya bekerja hanya karena ukuran payudaranya yang sangat menonjol.









Wanita berusia 29 tahun itu bercerita jika manajer di perusahaan Native Intimates, yakni sebuah perusahaan lingerie yang dimiliki oleh pengusaha Yahudi Ortodoks, menyuruhnya untuk memakai pakaian yang lebih longgar agar payudaranya tidak terlalu menonjol. Namun saat dirinya belanja pakaian baru yang lebih sopan, sang manajer malah memecatnya via telepon.


Tidak terima dengan perlukan yang diberikan, kini Odes yang berasal dari New Jersey mengajukan tuntutan hukum kepada perusahaan tersebut.


Dalam acara jumpa pers yang dilakukan pada hari Senin (21/05/2012), Odes yang hadir didampingi pengacaranya, Gloria Allred, mengatakan mulai bekerja di perusahaan tersebut sebagai staf data entry pada bulan April, namun dalam waktu kurang dari seminggu, dirinya langsung dipecat.


"Dia diberitahu oleh salah seorang supervisor bahwa dirinya terlalu seksi di kantor itu," ujar pengacara Allerd seperti yang dikutip dari harian New York Post. "Lauren, coba kamu


Dalam satu kesempatan, ia bahkan dipaksa memakai jubah yang kemudian membuat dirinya menjadi bahan olokan rekan-rekannya. Alhasil, Odes pun menangis karena merasa sangat dipermalukan.




Dipecat Karena Miliki Payudara Ukuran Monster [ www.BlogApaAja.com ]
Lauren Odes merasa dipermalukan saat dipaksa memakai jubah di tempat kerja demi menutupi payudaranya.







Meski demikian, Odes tetap bersedia merubah penampilannya. Sayangnya saat ia pergi belanja untuk membeli pakaian yang lebih longgar (baggy), ia harus menerima kenyataan dipecat dari pekerjaannya via telepon.


Odes kini telah resmi mengajukan gugatan hukum kepada Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja di AS dan menuntut ganti rugi atas perlakuan yang dianggap sangat tidak adil.







Follow On Twitter

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.